Hari ini begitu buruk bagiku, setelah kemarin melalui hari dengan canda tawa. Sungguh inikah yang dimaksud dunia berputar. Sulit mengungkapkan hal ini dengan metode apapun. Mengapa ini harus terjadi, disaat aku telah mencintainya begitu dalam. Aku sangat terpukul. Mendengar berita darinya membuat sekujur tubuhku menggigil, jantungku seperti berhenti berdetak tapi masih bisa bernafas kecil. Di tubuhku seakan ditusuk-tusuk samurai yang amat sangat tajam, mengiris, sakit yang sungguh menyiksa.
Beberapa bulan bersamanya membuat perasaanku sedikit lega, mengobati rasa sesal sewaktu aku putus dengan mantan sebelum bersama dirinya. Hari-hari kulalui dengan tersenyum, saat ingin menangis aku dapat menangis didadanya, yang saat memelukku begitu hangat dan jantungnya terdengar sangat kencang. Menangis di pundaknya. Atau punggungnya.
Sosoknya sanggup membawa diriku menjadi semakin riang, bahkan pintar membawa diri.
Mulanya memang bukan keinginanku untuk mencintainya secara mendalam, tapi perasaan ini dan suasana membuat semua berlalu begitu cepat. Aku mencintainya tanpa terkendali. Aku tidak menyesalinya. Tapi kini apa yang bisa aku lakukan ???
Akan merasa sendiri saat ini, menutup senyuman saat ini, aku akan patah hati mulai saat ini, akan berdiam diri saat ini, akan sedikit bicara saat ini, akan tidak berpikir untuk hal-hal itu saat ini, akan , akan , akan .... akan menjalani hari-hari sendiri untuk beberapa waktu.
Ingin berjalan dengan menatap lurus ke depan, tapi tubuhku terhenti untuk menolehkan wajahku ke belakang, mencari-cari sosok dirinya.
Ingin mengangkat wajahku ke atas terasa berat, dan hanya bisa tertunduk menangis, sambil membungkuk.
Makan malam bersama berdua yang romantis, berdansa diiringi lagu kesukaanku sangat membahagiakanku, kalung pemberiannya yang aku hilangkan diganti dengan kalung yang sama indahnya membuatku terharu, menunggunya beberapa minggu di luar negeri membuatku rindu yang menggebu-gebu. Kedewasaan & pengertiannya membuatku semakin kagum.
Hanya beberapa bulan saja aku mengalami waktu bersama dengannya, tidak diijinkan untuk bersama lebih lama. Aku akan mengantar kepergiannya yang demi cita-cita itu.
Tapi aku takkan menunggu, atau menjemput kembali akan kedatangannya nanti.
Terima kasih Kakandaku,
maaf telah menyakitimu...
(aku tidak kuasa menahan tangis menulis cerita ini)
O My God!!
BalasHapusI Will Call U Hon!!
sabar beib!!
BalasHapus